News Ticker

Latest Posts

Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

- Kamis, 23 Juli 2015 No Comments


Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.

Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
Belajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya.

Menghajikan Orang Tua Berkat Kucing

- No Comments


Suasana silang pendapat pada sebuah pertemuan, mendadak terhenti ketika suara telepon seluler berdering dan pemiliknya menerima dengan sikap tegang, kemudian bangkit dari kursi, menampakkan ekspresi kegugupan.
"Maaf, saya harus secepatnya pulang. Ada keperluan mendesak, kucing saya hendak beranak dan barangkali harus menjalani operasi caesar," kata Siti Huraira, penerima panggilan ponsel itu, yang adalah seorang hobiis kucing Persia di Surabaya, Jawa Timur. 

Segenap peserta pertemuan saling berpandangan sejenak, kemudian sibuk menahan tawa. Bagi perempuan yang akrab dipanggil Bunda ini, respon masyarakat terhadap sikap perhatiannya pada kucing, sudah biasa diterimanya.
"Wong' cuma kucing saja kok, dibiarkan saja juga beranak sendiri. Gitu saja kok repot," kata Huraira, menirukan ucapan rekan-rekannya.
Namun, ujar perempuan yang hobi menyenandungkan lagu 'Somewhere Over the Rainbow' ini, tidak banyak orang yang tahu, jika kucing Persia hendak beranak sangat butuh pertolongan, tidak ubahnya seperti manusia hendak melahirkan. Apalagi jika bayinya dalam kondisi sungsang, hingga susah keluar, terpaksalah langkah operasi caesar dilakukan untuk menyelamatkan induk dan 'kitten', yakni bayi kucing.
"Itu yang terjadi pada kucing saya bernama Smarty. Selanjutnya, kelahiran caesar juga dialami kucing saya yang lain bernama Laura. Ketika ketuban pecah, dan tak bisa kunjung bisa beranak, akhirnya kucing itu saya larikan ke klinik," katanya.
Huraira melanjutkan, sesampai di klinik, dokter langsung 'rontgen' kucing dan ternyata posisi bayinya malang melintang. Mau tidak mau, Laura akhirnya harus menjalani caesar. Operasi pun berjalan baik, Laura dan anaknya terselamatkan.
Menangani kucing yang baru selesai menjalani operasi caesar, harus lebih sabar. Pemilik kucing mesti membantu satu per satu anaknya untuk disusukan kepada induknya secara perlahan-lahan.
"Kita harus sangat sabar, supaya induknya mau menyusui dalam keadaan sakit bekas luka caesar-nya. Agar anaknya dapat menyusu dengan baik, maka kita wajib menolongnya. Sebenarnya, dua hari sebelum kucing beranak, kita berikan pula tablet moloco, supaya ASI benar-benar lancar untuk memenuhi kebutuhan kitten," katanya.
Berawal dari Benci
Melihat ketelatenan Huraira pada kucing, siapa sangka, dahulu dia mengaku kalau membenci satwa tersebut. "Dulu, saya benci kucing. Justru suami saya, Burhan CH, yang sangat menyayanginya. Sebelumnya ada kucing lokal yang suka datang sendiri ke rumah, dan selalu diberi makan oleh suami," ujar dia.
Lama-kelamaan, kucing itu lengket dengan Burhan dan diberi nama Jackson. Namun, Huraira malah sama sekali tak menyukainya, karena menganggap kucing suka kencing dan BAB di sembarang tempat.
Menurut Huraira, terdorong rasa benci atas kejorokannya, hingga sempat terlintas di benaknya untuk membuang kucing itu jauh-jauh dari rumahnya. Justru, ketika keinginan untuk membuang kucing itu belum terlaksana, tiba-tiba Jackson menghilang dari rumah Huraira.
Ketika Burhan pulang kantor, Jackson tidak menyambutnya seperti biasanya. Burhan mulai resah, apalagi ketika ditunggu hingga sore, Jackson tak kunjung datang.
"Suami kelihatan sangat gelisah. Semua yang ada di rumah, diminta turut mencari sampai ke halaman luar rumah. Semua lemari mulai dibuka satu-satu, tempat tidur 'diorat-arit, geser sana-sini, hasilnya nol. Pembantu rumah tidak dibolehkan kerja sebelum Jackson ketemu, alhasil orang serumah kelaparan semua, juga ikutan stres," ujar dia.
Keadaan ini, kata Huraira, membuatnya mulai merasa bersalah, dan didera rasa kasihan kepada suaminya yang stres. Di pihak lain, perempuan ini diam-diam mulai merindukan Jackson. Dari situlah, benih-benih suka kucing mulai tertanam di hatinya.
Gayung seolah bersambut, ketika sedang bermain di rumah salah seorang temannya, kebetulan yang bersangkutan memelihara kucing Persia. Ketika melihat kucing Persia itu, Huraira dirambati rasa suka yang mendalam. Apalagi dia teringat pada suaminya yang kecewa kehilangan Jackson, maka tercetus keinginan di hati untuk memiliki kucing.
Huraira mulai menabung karena berniat mengadopsi kucing Persia sebagai hadiah ulang tahun suami. Setelah tabungan terkumpul, tercapailah cita-citanya untuk memberikan 'surprise' kado ulang tahun suami berupa kucing Persia. Mulai dari sinilah, Huraira benar- benar tumbuh rasa sayang pada satwa itu, apalagi kucing Persia adalah jenis yang bisa diatur, khususnya dalam hal kebersihan.
"Kucing Persia pertama yang saya adopsi bernama Smarty dan Bobo. Smarty, kucingnya 'bulet', `gimbul? dan cantik. Sejak saya pelihara 18 tahun lalu, Smarty sudah punya 70 anak dan keseluruhannya sudah diadopsi teman-teman pencinta kucing," katanya.
Huraira mengatakan, Smarty diadopsi dengan harga Rp2,5 juta pada usia dua tahun. Sedang Bobo yang merupakan kucing jantan, diadopsi dengan harga Rp1,5 juta ketika menginjak usia 1,5 tahun.
"Pertama kali memelihara Smarty dan Bobo, kami sekeluarga sangatlah senang, karena melihat suami begitu ceria, terobati kekecewaannya ditinggal Jackson. Kami memang antusias sekali mendapatkan kedua kucing itu karena lucunya, hingga kerepotan dalam merawatnya tak kami rasakan. Rasanya seperti mendapatkan mainan boneka yang menggemaskan," ujar dia.
Menghajikan Orang Tua
Di tengah keriangan memelihara pasangan Smarty dan Bobo, yang kemudian beranak pinak hingga berjumlah sangat banyak, Huraira mendadak terbetik niat ingin memberangkatkan orang tua untuk menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.
Sayangnya, tabungan perempuan itu belum cukup, hingga ia hanya bisa bersabar dan berdoa tiada terputus setiap hari. Sama sekali tidak disangkanya, Tuhan akan memberi jalan keluar yang tak pernah terpikir sebelumnya.
"Saya masih ingat, ketika itu ada tamu malam-malam. Sebelumnya, satpam rumah SMS dan minta izin apakah bisa menerima tamu dari luar kota. Tamu tersebut mau melihat kucing-kucing saya," katanya.
Huraira lebih dulu minta izin suaminya, sebelum dia menemui tamu itu. Berhubung tamu dari luar kota, Huraira merasa kasihan. "Mungkin dia benar-benar pecinta kucing yang ingin sekali melihat dan bermain dengan kucing kucing saya," kata dia kepada suaminya.
Huraira pun menemui tamu itu. Ternyata, begitu melihat kucing-kucing peliharaan Huraira yang menggemaskan dan dalam kondisi terawat, tamu itu seketika berniat untuk mengadopsinya. Tidak tanggung-tanggung, tamu itu menyatakan keinginan untuk mengadopsi sebanyak 30 ekor.
Huraira menjadi tertegun. Ketika kembali minta izin, suami memperbolehkannya, karena memang peliharaan mereka sudah berkembang biak sangat banyak. Dengan berat hari, Huraira pun menyisihkan beberapa kucing yang sangat disayanginya, meskipun semuanya sebenarnya amat dikasihi.
"Saya sempat sedih mau melepas kucing-kucing kesayangan itu. Tapi saya berpikir, mungkin inilah jalan Tuhan, bagaimana supaya saya bisa cepat memberangkatkan haji kedua orang tua," katanya.
Setelah menimbang-nimbang antara kucing-kucing yang lucu ceria dan selalu membuat hati damai di hati atau memilih orang tua bisa ke tanah suci dan kelak masuk surga, Huraira merasa bodoh sekali bila tetap memilih kucing berada di pangkuannya.
Akhirnya, dia ikhlas melepas kucing-kucing itu. Ketika satwa itu dimasukkan dalam keranjang satu per satu, Huraira seolah tak kuasa melihatnya.
Dalam hati dia berdoa semoga kucing-kucing itu lebih bahagia bersama "orang tua" baru mereka. Sebaliknya, dia berdoa pula semoga kucing-kucing itu juga bisa membahagiakan "orang tua" barunya.
"Dan Alhamdullilah, sejak saat itu saya bisa segera menghajikan kedua orang tua. Sebagian dari tabungan ditambah dari hasil adopsi kucing kesayangan saya. Terimakasih 'my beloved Catty'. Terima kasih ya, Allah. Kenangan itu tak akan pernah saya lupakan seumur hidup, bahwa kucing pun bisa membawa berkah dalam perjalanan hidup kita," ujar Huraira, sembari hampir menitikkan air mata. 

Maryam Teladan Bagi Muslimah

- No Comments




Maryam adalah wanita terbaik sepanjang masa. Wanita terbaik dalam kurun sejarah wanita, dari Hawa hingga kelak yang terakhir, entah siapa. Banyak kaum hawa mencari idola dan suri teladan. Namun mereka tidak tahu siapa kiranya yang pantas diteladani. Yang lain, ada yang punya idola, tapi terkadang hanya latah dan salah langkah. Apakah wanita muslimah tahu tentang Maryam? Tahukah wanita muslimah bahwa Allah telah memujinya sebagai wanita dalam peradaban manusia? Allah berifman,

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Ali Imran: 42).
Dialah pemuka kaum wanita di surga. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah bersabda,

سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَآسِيَةُ

Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah , Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.” (HR. Hakim 4853).
Maryam, ayahnya adalah Imran, laki-laki shaleh dari Bani Israil. Ibunya adalah wanita shalehah yang telah menyerahkan putrinya yang masih dalam kandungan untuk berkhdimat kepada Allah.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ´Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35).

Dan putranya adalah seorang rasul dari kalangan ulul azmi, Isa bin Maryam .
Masa Kecilnya
Imran ayah Maryam wafat saat anaknya ini masih dalam kandungan ibunya. Atau ia wafat bersamaan dengan kelahiran putrinya (Fabihudahum Iqtadih oleh Syaikh Utsman al-Khomis, Hal: 442). Ibu Maryam berdoa agar anaknya tidak diganggu oleh setan. Sehingga saat Maryam dilahirkan, setan tidak diperkenankan untuk mengganggunya. Nabi bersabda,

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا » ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: {وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }

Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya.” (HR. Bukhari 4548 dan Muslim 2366).
Lahirlah Maryam dalam keadaan yatim. Namun karena keberkahan dari keshalehan kedua orang tuanya, banyak ahli ibadah di Baitul Maqdis yang hendak mengasuhnya. Kemudian Rasulullah Zakariya yang menjadi pengasuh Maryam. Karena kedekatan hubungan famili.
Wanita Shalehah Yang Menjauhi Gangguan Laki-Laki
Allah memuji Maryam dengan wanita yang benar. Allah Ta’ala berfirman,

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ

Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar…” (QS. Al-Maidah: 75).
Maryam sangat menjaga kesucian dirinya. Ia tidak sembarangan berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Ia tidak menggoda laki-laki dan juga menjauhi godaan mereka. Apakah wanita tergoda dengan laki-laki? Ya, karena secara naluri, wanita pun memiliki ketertarikan kepada laki-laki. Dan wanita yang baik adalah yang menjaga diri untuk membuat laki-laki tergoda dan menjaga diri dari godaan laki-laki.
Pernah suatu ketika Jibril datang kepada Maryam. Datang dalam fisik laki-laki yang sempurna. Namun Maryam tetap menjaga dirinya. Allah Ta’ala berfirman,

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا. قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam: 17-18).
Melihat laki-laki yang sangat sempurna ketampanannya, Maryam tidak terkecoh dengan merendahkan dirinya mencoba menarik perhatian laki-laki tersebut. Ia malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki tersebut menjauh. Hingga akhirnya Jibril mengatakan,

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam: 19).
Barulah Maryam tahu bahwa laki-laki tersebut tidak bermaksud menggoda dan mengganggunya. Dan ia juga bisa menjaga diri darinya. Ternyata ia adalah malaikat yang Allah utus untuk menemuinya.
Pelajaran:
Hendaknya wanita muslimah menjadikan Maryam sebagai salah satu teladannya. Janganlah menjadikan orang-orang yang di bawah beliau sebagai teladan. Apalagi dari kalangan non Islam. Agama kita yang mulia banyak melahirkan sosok-sosok wanita tangguh. Mereka hebat dalam menjalani kehidupan dunia, memiliki cita-cita tinggi di akhirat, dan taat kepada Rabb mereka, Allah .
Sudah seharusnya wanita muslimah menjaga diri dari laki-laki. Karena itulah kemuliaan. Jangan tertipu dengan ungkapan bahwa kehebatan wanita itu karena mampu menaklukkan laki-laki dengan rayuan. Parameter wanita muslimah bukanlah Cleopatra yang mampu menaklukkan para pembesar dunia dengan tipu dayanya.
Contohlah Maryam. Terutama di zaman interaksi laki-laki dan perempuan hampir tak ada batas. Maryam yang sudah Allah sebut langsung sebagai wanita yang terpilih, wanita baik-baik, wanita yang disucikan, namun masih enggan berdekatan dengan laki-laki karena takut tergoda. Ia takut kalau berdekatannya dengan laki-laki akan menimbulkan sesuatu yang Allah haramkan.
Lalu bagaimana dengan wanita muslimah sekarang? Wanita muslimah saat ini, bukanlah termasuk yang disucikan oleh Allah. Semestinya lebih pintar menjaga diri mereka. Wahai saudara muslimah, mintalah taufik dan pertolongan kepada Allah. Mintalah kepada-Nya penjagaan. Penjagaan kesucian diri dan kehormatan sebagai seorang muslimah.